Cara Mengelola Sosial Media Bisnis agar Tidak Sekadar Rutin Posting

Daftar Isi

Bagikan Artikel Ini

Mengelola sosial media tentu bukan hal yang mudah, terutama bagi bisnis kecil dan menengah. Apalagi di tengah kesibukan melayani pelanggan dan menjalankan operasional sehari-hari.

Akibatnya, akun sosial media sering kali terbengkalai. Padahal, jika dikelola dengan tujuan yang jelas, sosial media dapat menjadi suatu funnel marketing yang dapat memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan calon penlanggan, dan menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada. Lalu, bagaimana cara mengelola sosial media bisnis agar tidak sekedar rutin posting?

1. Tentukan Tujuan Sebelum Membuat Konten

Sebelum menyusun jadwal posting, sebaiknya pahami terlebih dahulu apa yang ingin dicapai dalam akun bisnis. Apakah Anda ingin sosial media nantinya digunakan agar orang lebih mengenal produk,  memahami cara menggunakannya, atau menghubungi bisnis untuk bertanya?

Tujuan tersebut akan memengaruhi isi konten. Sebab jika banyak calon pelanggan belum memahami produk, unggahan edukasi bisa menjadi prioritas. Jika mereka sudah tertarik tetapi masih ragu membeli, konten yang menjawab pertanyaan umum atau menunjukkan pengalaman pelanggan mungkin lebih membantu.

Dengan begitu, Anda tidak hanya menilai keberhasilan dari berapa kali akun melakukan posting. Setiap unggahan memiliki tugas yang jelas.

2. Pahami Audiens dan Pertanyaan yang Sering Mereka Ajukan

Ide konten tidak selalu harus datang dari tren. Pertanyaan yang berulang di DM, komentar, atau percakapan saat pelanggan berbelanja justru dapat menunjukkan informasi apa yang belum mereka temukan.

Misalnya, sebuah usaha makanan sering mendapat pertanyaan tentang ukuran porsi, ketahanan produk, dan cara pemesanan. Ketiganya bisa menjadi bahan konten yang berguna bagi calon pelanggan lain. Konten seperti ini menjawab kebutuhan yang sudah terlihat, sehingga bisnis tidak perlu menebak-nebak topik setiap kali hendak posting.

Tren tetap dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat konten. Misalnya, saat ingin mempromosikan produk di TikTok, bisnis bisa melihat topik, format video, atau cara penyampaian yang sedang menarik perhatian audiens melalui fitur creative center. Namun, ide yang dipilih perlu disesuaikan dengan produk dan karakter bisnis agar pesan promosinya tetap jelas.

3. Susun Pilar Konten dan Jadwal Posting yang Realistis

Setelah memahami tujuan dan audiens, kelompokkan ide ke dalam beberapa pilar. Bisnis bisa memulai dari konten edukasi, pengenalan produk, pengalaman pelanggan, dan promosi. Pilar ini membantu akun memiliki variasi tanpa kehilangan arah.

Selanjutnya, buat kalender konten sederhana. Untuk setiap unggahan, catat topik, tujuan, format, tanggal publikasi, dan ajakan bertindaknya. Sebagai contoh, konten yang menjelaskan cara memilih produk dapat mengajak pembaca menyimpan unggahan, sedangkan konten tentang cara pemesanan dapat mengarahkan mereka ke DM.

Jadwalnya tidak perlu padat jika tim belum mampu menjalankannya. Rencana yang realistis memberi ruang untuk menyiapkan materi, memeriksa informasi, dan merespons audiens setelah konten terbit.

4. Kelola Komentar dan DM sebagai Bagian dari Layanan Pelanggan

Pekerjaan mengelola sosial media berlanjut setelah tombol publikasi ditekan. Calon pelanggan mungkin bertanya tentang harga, ketersediaan produk, lokasi, atau cara pemesanan. Jika tidak ada yang bertanggung jawab menjawabnya, peluang percakapan bisa terlewat.

Tentukan siapa yang memantau komentar dan DM, informasi apa yang dapat langsung dijawab, serta pertanyaan mana yang perlu diteruskan kepada pemilik bisnis atau tim lain. Sehingga, sebagai admin sosial media dapat menyiapkan template jawaban untuk setiap pertanyaan berulang.

Selain itu, jika bisnis menggunakan sosial media Instagram & Facebook, menggunakan Meta Business Suite dapat membantu mempermudah penggelolaan sosial media dalam satu dasbord yang bermanfaat untuk publikasi, menggelola pesan & komentar serta melihat insight dari setiap konten. Dengan demikian, ini menunjukkan bahwa pekerjaan mengurus akun mencakup lebih dari membuat unggahan.

5. Evaluasi Hasil Konten, Lalu Perbaiki Rencana Berikutnya

Di akhir periode,  pengelola media sosial dapat melihat kembali tujuan yang ditetapkan. Bila Anda ingin memperkenalkan bisnis, perhatikan jangkauan konten. Bila ingin memulai percakapan, amati interaksi dan pertanyaan yang masuk. Jangan menganggap satu angka saja sudah menggambarkan seluruh hasil bisnis.

Sehingga penting bagi bisnis untuk melihat insights yang di sediakan oleh platform media sosial dalam membantu melakukan evaluasi  termasuk views, interaksi, pengikut baru, dan konten yang dibagikan. Metrik accounts reached menunjukkan jumlah akun unik yang melihat konten setidaknya sekali. Data tersebut bisa digunakan untuk membandingkan topik atau format, lalu mencari tahu apa yang perlu diperbaiki.

Misalnya, sebuah konten menjangkau banyak akun tetapi hampir tidak memunculkan pertanyaan. Anda bisa memeriksa kembali apakah pesannya cukup jelas, apakah topiknya sesuai kebutuhan audiens, dan apakah ajakan bertindaknya mudah diikuti. Evaluasi seperti inilah yang membuat kalender konten bulan berikutnya lebih terarah.

Dengan demikian mengelola sosial media bisnis berarti menjalankan rangkaian pekerjaan seperti menetapkan tujuan, memahami audiens, merencanakan konten, menanggapi interaksi, dan membaca hasilnya. Jika waktu tim terbatas untuk mengerjakan semuanya secara konsisten, menyerahkan ke  jasa admin sosial media  dari Quadrant dapat membantu menjalankan proses tersebut sesuai kebutuhan bisnis.