Apa Itu Lead Generation dan Jenis-Jenisnya

Daftar Isi

Bagikan Artikel Ini

Salah satu strategi digital marketing yang penting untuk mendapatkan pelanggan potensial adalah melalui lead generation. Dengan strategi ini, pebisnis dapat memanfaatkan data pelanggan potensial untuk menyusun rencana pemasaran lebih lanjut. 

Biasanya, strategi ini dirancang agar audiens yang mengunjungi situs web dengan mengisi formulir pada landing page. Data yang dikumpulkan ini akan tersimpan dan terupdate secara realtime.  

Lalu, apa sebenarnya lead generation itu? Dalam artikel ini, Quadrant akan membahas  tentang lead generation, meliputi i definisi, jenis-jenisnya, hingga proses kerjanya. 

Yuk Simak selengkapnya  !!!

Apa Itu Lead Generation?

Lead generation adalah salah satu strategi untuk menarik calon pelanggan terhadap suatu produk atau layanan. Dengan lead generation, minat calon pelanggan dapat diubah menjadi pembelian.

Biasanya, lead didapatkan melalui pengisian formulir di landing page, penggunaan media sosial, atau email marketing. Dalam mendapatkan pelanggan yang potensial, diperlukan konten yang relevan serta memiliki call to action yang efektif. 

Sehingga nantinya, tidak hanya tentang data pelanggan yang didapatkan saja. Namun bagaimana brand dapat membangun hubungan yang baik serta dapat meningkatkan penjualan berbasis pelanggan. 

Baca Juga: Digital Marketing: Pengertian, Manfaat, dan Kekurangannya

Jenis-Jenis Lead Generation 

Dengan mendapatkan lead generation, bisnis dapat menarik serta mengonversi calon pelanggan menjadi pembeli. Berikut adalah jenis-jenis dari lead generation:

1. Marketing Qualified Lead (MQL)

Marketing Qualified Lead (MQL) adalah salah satu jenis dari lead generation, dimana calon pelanggan telah berinteraksi dengan konten marketing. Namun audiens belum siap untuk melakukan pembelian.

Biasanya  calon pelanggan hanya mengisi formulir atau mengunduh konten, namun belum tentu mereka terkonversi menjadi pelanggan. 

2. Sales Qualified Lead (SQL)

    Jenis selanjutnya terdapat Salas Qualified Lead (SQL), hal ini ditandai dengan minat seseorang terhadap produk / layanan yang brand tawarkan. Kemudian dilanjutkan untuk tahap selanjutnya. 

    Calon pelanggan biasanya akan mengambil sebuah tindakan detelah melihat serta mengisi formulir yang telah disediakan. Biasanya akan langsung menghubungi contact person yang disediakan, seperti menayakan hargga atau menanyakan fitur-fitur lainnya. 

    Dari hal inilah yang menunjukan bahwa seorang calon pelanggan telah minat dalam menjadi seorang pelanggan dengan melakukan pembelian. 

    3. Product Qualified Lead (PQL)

      Pada jenis lead generation ini sudah prospect, hal itu berarti calon pelanggan telah mengunakan layanan atau produk. Terlebih untuk produk/jasa yang menyediakan sempel agar calon pelanggan makin percaya. 

      Biasanya, jenis lead ini digunakan oleh brand yang memiliki  model bisnis freemium. Dimana biasanya brand akan menawarkan akses gratis ke fitur dasar. Selanjutnya, jika tertarik mengunakan fitur yang lebih lengkap biasanya pelanggan akan membayar untuk membukanya. 

      Sebagai contoh dalam pengunaan lead ini adalah Netflix. Dimana customer akan disediakan akses gratis selama 30 hari sebelum berlangganan secara penuh. Namun jika pelanggan belum yakin sepenuhnya, maka pelanggan dapat menghentikan kapan saja sebelum masa coba layanan gratis habis. 

      4. Service Qualified Lead (SQL) 

        Memasuki jenis yang lebih dalam lagi, dimana sama seperti prospects. Produk/jasa telah telah dicoba secara gratis. Namun yang berbeda yaitu ketika calon pelanggan telah menyukai dan melakukan tindakan. 

        Maka di jenis ini, calon pelanggan akan membayar  untuk mendapatkan fitur yang lebih lengkap. 

        Contoh penggunaan lead ini adalah layanan streaming musik seperti Spotify. Dimana pengguna dapat mendengarkan musik secara namun beriklan. Berbeda saat pelanggan membayar untuk akses ke premium, maka musik dapat didengarkan tanpa iklan 

        5. Referral Program

          Salah satu jenis lead generation yang menarik adalah referral program. Dalam program ini, pebisnis memberikan insentif kepada pelanggan setia yang merekomendasikan produk atau jasa kepada orang lain. 

          Calon pelanggan akan mendapatkan informasi melalui link/kode dari pelanggan setia. Hal ini sangat efektif karena rekomendasi dari pelanggan yang puas sering kali lebih meyakinkan bagi calon pelanggan baru. 

          Biasanya untuk mendapatkan pelanggan baru dari referral program ini, pelanggan setia akan membuat konten yang menarik. Tujuannya akan mendapatkan prospek pelanggan berkualitas. 

          Baca Juga: Ingin Mengunakan Iklan Berbayar, Ketahui dulu Manfaatnya

          Jadi lead generation adalah proses dalam mengoversikan calon pelaggan menjadi lead. Dengan kata lain, calon pelanggan yang telah melihat konten marketing dapat tertarik untuk melakukan percobaan hingga pembelian produk atau jasa. 

          Namun, perlu Anda ketahui bahwa lead generation memiliki beragam jenis yang berbeda-beda. karena itulah, penting bagi Anda dalam memahaminya. 

          Dengan pemahaman yang baik, bisnis yang Anda kembangkan dapat semakin meningkatkan peluang konversi dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.